Dolar AS melemah terhadap mata uang utama pada Rabu, menjelang rilis notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Juli pukul 18.00 GMT. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,2% ke posisi sekitar 99,45. Level ini mendekati titik terendah dua bulan di 99,29 yang muncul pada Senin.
Yield Obligasi AS Mulai Menekan Pasar Perumahan
Yield obligasi pemerintah AS yang tinggi mulai membebani pasar perumahan Amerika Serikat. Analis MUFG menyebutkan bahwa suku bunga KPR 30 tahun kini mendekati level tertinggi dalam setahun terakhir di 6,75%. Angka ini masih jauh dari puncak 2023 yang melampaui 8%, tetapi tren kenaikannya sudah terasa. Data pending home sales Juli turun 2,3% secara bulanan, melanjutkan penurunan 4,8% pada Juni. Analis tersebut menilai keterjangkauan rumah mulai memengaruhi keputusan pembeli. Rumah tangga AS akan segera merasakan dampaknya jika yield obligasi tetap bertahan di level tertinggi multi-dekade.
Sikap Kevin Warsh dan Kebijakan The Fed
Ketua The Fed Kevin Warsh mempertahankan kebijakan “no forward guidance” pada pertemuan FOMC 29 Juli. The Fed memutuskan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75% dan menyoroti risiko kenaikan inflasi ke depan. Analis MUFG menilai kenaikan yield riil jangka panjang bukan berasal dari kekhawatiran inflasi maupun risiko fiskal. Kenaikan itu justru mencerminkan term premium akibat ketidakpastian arah kebijakan moneter, terutama karena komunikasi Warsh dinilai kurang jelas. Analis tersebut menambahkan bahwa dampak ke pasar valuta asing kemungkinan masih terbatas selama volatilitas belum meluas secara signifikan.
Notulen FOMC dan Dampaknya ke Dolar AS
Notulen FOMC malam ini kemungkinan tidak akan menggerakkan Dolar AS secara signifikan. Analis ING mencatat bahwa hasil pemungutan suara pada pertemuan Juli adalah 9-3 untuk mempertahankan suku bunga. Hasil tersebut cenderung dovish bagi imbal hasil jangka pendek serta Dolar AS, sementara imbal hasil jangka panjang justru melemah. Analis ING menduga sebagian anggota FOMC memiliki pandangan kurang hawkish dibandingkan proyeksi Dot Plot Juni, yang menunjukkan pembagian suara 9:9 untuk kenaikan suku bunga. Mereka menambahkan bahwa notulen malam ini mungkin memuat sejumlah nada hawkish, tetapi hal itu tidak akan mengubah arah besar pasar.
Proyeksi Suku Bunga The Fed pada September
Data CPI dan tenaga kerja mendatang, ditambah simposium Jackson Hole akhir bulan, akan lebih menentukan arah kebijakan The Fed pada September. Analis ING memperkirakan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga, sehingga Dolar AS berpotensi melemah tipis ke depan. Alat CME FedWatch menunjukkan peluang 67% bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan September.
Baca juga: Saham AS Melemah, Harga Minyak Dunia Melonjak
Sumber: FX Street
