Bitcoin Turun di Tengah Tekanan Regulasi
Bitcoin turun pada awal pekan saat pasar kripto mengalami jeda di sesi perdagangan AS. Harga kembali melemah ke area $63.300 setelah muncul tekanan dari regulator di Amerika Serikat.
Sentimen negatif meningkat setelah Robinhood mengungkapkan adanya peringatan dari Securities and Exchange Commission. Kondisi ini mendorong pelaku pasar untuk mengurangi risiko dalam jangka pendek.
Penurunan Terbatas, Tren Masih Stabil
Meskipun Bitcoin turun, tekanan jual masih tergolong terbatas. Harga hanya melemah sekitar 1,5% dalam 24 jam terakhir. Secara mingguan, bitcoin masih mencatat kenaikan lebih dari 10%.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa tren bullish belum sepenuhnya berubah, meskipun terjadi koreksi jangka pendek.
Pergerakan Altcoin Beragam
Pasar altcoin menunjukkan kinerja yang tidak seragam.
- Solana dan XRP menguat sekitar 4%–6%
- Ether, Dogecoin, Shiba Inu, dan Polygon melemah sekitar 2%–3%
Variasi ini mencerminkan pergeseran minat investor di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.
Permintaan Opsi Tunjukkan Optimisme
Di tengah kondisi bitcoin turun, permintaan terhadap opsi beli meningkat. Kontrak bulan September dengan strike $75.000 dan $100.000 mulai diminati.
Hal ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan harga dalam beberapa bulan ke depan. Sentimen positif juga sempat muncul dari rumor perluasan akses ETF kripto di Hong Kong, meskipun belum ada konfirmasi resmi.
Koreksi Belum Selesai Secara Teknikal
Secara teknikal, Bitcoin turun masih berpotensi berlanjut sebelum memasuki fase kenaikan berikutnya. Beberapa analis melihat peluang harga turun ke area $50.000.
Chief Investment Officer dari Ledn, John Glover, menilai bahwa fase koreksi belum завершена. Ia menggunakan pendekatan Elliott Wave Theory untuk mengidentifikasi potensi penurunan lanjutan sebelum reli baru terbentuk.
Sumber: Coindesk.com
Lihat berita lainnya di sini
