Industri kripto mendapatkan awal yang menjanjikan di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Setelah menginvestasikan puluhan juta dolar ke dalam kampanye Trump untuk pemilihan presiden 2024, para eksekutif, perusahaan, dan investor kripto kini menikmati imbal hasil yang cepat. Dalam minggu pertama kepresidenannya, Trump memberikan beberapa keputusan besar yang mengubah arah kebijakan AS terhadap kripto, membawa angin segar bagi sektor yang sebelumnya menghadapi tantangan regulasi.
Keputusan Besar di Minggu Pertama
Salah satu langkah pertama yang menarik perhatian adalah penandatanganan perintah eksekutif untuk mempromosikan adopsi aset digital di Amerika Serikat. Perintah ini meminta lembaga keuangan seperti Treasury, SEC, dan CFTC untuk bekerja sama mengevaluasi potensi kripto yang disita oleh pemerintah. Selain itu, Trump menekankan perlindungan terhadap penambang bitcoin dan pengembang perangkat lunak kripto, sekaligus mendorong pengembangan stablecoin yang dipatok pada dolar AS. Namun, ia secara tegas melarang peluncuran mata uang digital oleh Federal Reserve.
Langkah tersebut menuai pujian dari banyak pemimpin industri, seperti CEO Coinbase Brian Armstrong, yang merasa bahwa pendekatan ini adalah kebalikan dari administrasi sebelumnya yang dianggap terlalu menekan sektor kripto. “Selama beberapa tahun terakhir, kami merasa seperti sedang diserang. Sekarang, ada harapan baru,” ujar Armstrong.
Sementara itu, SEC juga membuat langkah bersejarah dengan mencabut aturan SAB 121, yang sebelumnya mempersulit adopsi institusional terhadap kripto. Aturan ini telah dianggap sebagai penghambat besar bagi bank dan institusi keuangan dalam menawarkan layanan aset digital.
Pemberian Grasi untuk Pendiri Silk Road
Langkah besar lainnya adalah pemberian grasi penuh kepada Ross Ulbricht, pendiri Silk Road, sebuah pasar gelap daring yang dulu menjadi sorotan kontroversi. Keputusan ini membelah opini publik. Ulbricht telah menjalani hukuman penjara seumur hidup atas tuduhan terkait perdagangan narkotika dan aktivitas ilegal lainnya di platformnya, yang sebagian besar menggunakan bitcoin. Namun, bagi komunitas kripto, ia dianggap sebagai simbol perjuangan kebebasan ekonomi.
Trump menyebut grasi ini sebagai penghormatan kepada gerakan Libertarian yang banyak mendukung kampanyenya. Keputusan ini disambut dengan antusiasme oleh beberapa tokoh industri, meski juga menuai kritik keras dari pihak lain.
Token Meme Trump: Peluang atau Kontroversi?
Namun, tak semua langkah Trump mendapat sambutan positif. Peluncuran dua token meme, $TRUMP dan $MELANIA, oleh keluarga Trump menuai skeptisisme. Meski sempat menghasilkan miliaran dolar di atas kertas dan puluhan juta dolar dalam bentuk biaya transaksi, kedua token ini dengan cepat kehilangan nilai, membuat banyak pihak mempertanyakan motif di balik peluncurannya.
Senator Elizabeth Warren dan beberapa anggota kongres menyoroti potensi konflik kepentingan, menyebut tindakan ini sebagai bentuk eksploitasi jabatan presiden untuk keuntungan pribadi. “Token ini tidak membawa manfaat nyata bagi sistem keuangan,” tulis mereka dalam surat terbuka.

Masa Depan Kripto di Era Trump
Meskipun perintah eksekutif Trump tidak mencakup rencana pembelian bitcoin sebagai cadangan negara, ide ini tetap menjadi topik diskusi. Beberapa tokoh industri, termasuk CEO Binance Richard Teng, telah menyuarakan dukungan untuk langkah tersebut. Namun, hingga kini, rencana itu masih belum diwujudkan.
Dengan semua langkah ini, Trump telah mengisyaratkan bahwa masa kepemimpinannya akan memberikan ruang bagi kripto untuk berkembang, meski jalan yang ditempuh mungkin tidak sepenuhnya mulus. Bagi komunitas kripto, minggu pertama ini adalah awal dari babak baru, penuh peluang, tantangan, dan tentu saja, kontroversi.
Sumber: CNBC
