ECB dan PPI AS menjadi perhatian utama pelaku pasar pada Kamis, 10 September. Aktivitas di pasar keuangan masih cenderung terbatas setelah perdagangan yang cukup bergejolak pada Rabu. Investor memilih menunggu keputusan kebijakan moneter European Central Bank (ECB) dan data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat sebelum mengambil posisi besar.
Situasi ini membuat pergerakan dolar AS, euro, emas, dan yen relatif sempit. Pasar tampaknya sedang masuk mode wait and see. Tidak ada yang ingin terlalu agresif sebelum dua agenda penting tersebut memberikan arah baru.
Dolar AS Stabil Menjelang Data PPI
Dolar AS sempat berada di bawah tekanan pada paruh pertama perdagangan Rabu. Namun, kondisi berubah pada sesi Amerika setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana pembelian kembali obligasi Treasury dengan nilai hingga US$6 miliar.
Program tersebut mencakup obligasi Treasury dengan tenor 10 hingga 20 tahun. Pengumuman itu ikut mendorong imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun ke level tertinggi sejak November 2023.
Kenaikan yield kemudian memberikan dukungan bagi dolar AS. Bond market kembali menjadi salah satu penggerak utama pasar forex karena investor terus mencermati arah inflasi dan kebijakan fiskal Amerika.
Pada perdagangan Kamis pagi di Eropa, Dollar Index bergerak sideways di sekitar 98,70. Pasar belum menunjukkan arah yang tegas karena perhatian investor mulai bergeser kepada data PPI AS.
PPI AS Jadi Ujian Berikutnya untuk Dolar
Data PPI AS menjadi salah satu agenda penting yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve.
PPI mengukur perubahan harga yang diterima produsen. Data ini sering menjadi salah satu indikator tekanan inflasi di tingkat produsen sebelum akhirnya berdampak kepada konsumen.
Untuk Agustus, PPI AS diperkirakan naik 5,3% secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan 4,7% pada Juli.
Jika data aktual kembali menunjukkan tekanan harga yang kuat, pasar dapat menilai bahwa inflasi AS belum benar-benar jinak. Kondisi tersebut berpotensi menjaga yield Treasury tetap tinggi dan memberikan dukungan tambahan bagi dolar AS.
Sebaliknya, jika PPI berada di bawah perkiraan, tekanan terhadap dolar dapat meningkat. Investor bisa kembali memperbesar ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar.
Dengan kata lain, pasar forex saat ini sedang menunggu angka yang bisa menjadi game changer.
Buyback Treasury Belum Meredakan Kekhawatiran
Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mengumumkan peningkatan program bond buyback Treasury menjadi US$6 miliar per operasi. Nilai tersebut meningkat dibandingkan komitmen sebelumnya sebesar sedikitnya US$4 miliar pada kuartal berjalan.
Langkah tersebut bertujuan membantu likuiditas pasar obligasi. Namun, kenaikan yield menunjukkan bahwa investor belum sepenuhnya merasa tenang.
DBS menilai pembelian kembali obligasi memang dapat membantu likuiditas pasar. Namun, kebijakan tersebut memiliki kemampuan terbatas untuk menghilangkan kekhawatiran yang lebih besar mengenai inflasi dan prospek fiskal AS.
Artinya, masalah pasar obligasi tidak hanya berkaitan dengan likuiditas. Investor juga masih melihat persoalan fundamental seperti inflasi, kebutuhan pembiayaan pemerintah, dan kondisi fiskal Amerika.
Ini penting bagi pasar forex karena yield Treasury yang tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar. Higher yield, stronger dollar masih menjadi salah satu hubungan yang diperhatikan trader.
ECB Menjadi Pusat Perhatian Pasar Eropa
Selain PPI AS, keputusan ECB menjadi agenda besar pada Kamis.
Pasar secara luas memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Jika terealisasi, suku bunga deposito ECB akan berada di level 2,5%.
ECB juga akan merilis proyeksi ekonomi terbaru. Setelah itu, Presiden ECB Christine Lagarde akan menyampaikan pernyataan kebijakan dan menjawab pertanyaan dalam konferensi pers.
Bagian ini justru dapat menjadi perhatian terbesar pasar.
Kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sudah cukup banyak diperhitungkan oleh pasar. Karena itu, reaksi EUR/USD kemungkinan lebih banyak ditentukan oleh nada komunikasi Lagarde dan perubahan proyeksi ekonomi.
Pasar sekarang tidak hanya bertanya what will ECB do?, tetapi juga what will ECB do next?
Proyeksi Ekonomi Zona Euro Mulai Berubah
Deutsche Bank melihat pasar mulai memperhitungkan jalur kebijakan ECB yang lebih hawkish. Pasar bahkan telah memasukkan tambahan sekitar 9 basis poin kenaikan suku bunga hingga pertemuan Juni 2027.
Deutsche Bank juga memperkirakan proyeksi pertumbuhan ekonomi Zona Euro untuk 2026 dan 2027 dapat mengalami revisi naik kecil. Proyeksi inflasi utama untuk 2027 dan 2028 juga diperkirakan meningkat.
Jika proyeksi tersebut benar-benar berubah lebih tinggi, ECB dapat memiliki alasan untuk mempertahankan sikap yang lebih ketat.
Namun, pasar tidak mengharapkan ECB memberikan sinyal agresif mengenai jalur suku bunga berikutnya. Kebijakan kemungkinan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi.
Christine Lagarde juga diperkirakan mempertahankan pendekatan data dependent, meeting by meeting, dan tanpa komitmen terhadap arah kebijakan tertentu.
Bagi EUR/USD, situasi tersebut membuat setiap kata dalam konferensi pers Lagarde menjadi penting. Sedikit perubahan nada saja dapat memicu pergerakan cepat karena posisi pasar sudah terbentuk sebelum keputusan diumumkan.
EUR/USD Masih Bergerak Terbatas
EUR/USD ditutup sedikit lebih tinggi pada Rabu. Namun, pasangan mata uang ini kembali bergerak dalam rentang sempit di bawah 1,1650 pada sesi Eropa Kamis.
Kondisi tersebut menunjukkan trader masih menunggu katalis baru.
Jika ECB terdengar lebih hawkish dari perkiraan, euro berpeluang mendapatkan dukungan. Sebaliknya, jika Lagarde memberikan pesan yang lebih hati-hati, pasar dapat kembali menekan euro.
Data PPI AS kemudian menjadi agenda berikutnya yang dapat mengubah arah dolar.
Jadi, EUR/USD berpotensi menghadapi dua gelombang volatilitas. Gelombang pertama datang dari ECB, sedangkan gelombang berikutnya berasal dari data inflasi produsen AS.
Emas Bertahan di Atas US$4.400
Harga emas XAU/USD berhasil menghentikan penurunan selama tiga hari berturut-turut pada Rabu. Namun, harga kembali turun dari level tertinggi harian setelah pengumuman program buyback Treasury AS.
Pada Kamis pagi, emas masih bertahan di atas US$4.400.
Kenaikan yield Treasury menjadi tantangan bagi emas. Aset ini tidak memberikan bunga, sehingga yield obligasi yang lebih tinggi dapat meningkatkan opportunity cost bagi investor yang memegang emas.
Namun, emas tetap mendapatkan dukungan dari ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter global.
Karena itu, pergerakan emas berikutnya sangat bergantung pada kombinasi yield AS, dolar, dan data inflasi. Jika PPI AS lebih panas dari perkiraan, yield berpotensi naik dan memberikan tekanan kepada emas.
Sebaliknya, data yang lebih lunak dapat membuka ruang bagi emas untuk kembali menguat.
GBP/USD dan USD/JPY Masih Konsolidasi
GBP/USD juga belum menunjukkan arah yang kuat. Pasangan ini bergerak di sekitar 1,3550 setelah mencatat kenaikan kecil pada Rabu.
Pergerakan pound masih cenderung menunggu perkembangan pasar dolar dan sentimen global. Breakout yang lebih jelas membutuhkan katalis baru.
Sementara itu, USD/JPY sempat pulih pada sesi Amerika Rabu. Namun, pasangan tersebut tetap turun sekitar 0,3% sepanjang hari.
Pada Kamis pagi, USD/JPY bergerak sideways di sekitar 153,50.
Pergerakan yen kembali menarik perhatian karena pasar Jepang juga menghadapi perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter dan pasar obligasi. Yield global yang tinggi tetap menjadi faktor penting bagi pasangan ini.
Pasar Masih Menunggu Arah Berikutnya
ECB dan PPI AS membuat pasar forex cenderung berhati-hati pada Kamis. Dolar AS mendapatkan dukungan dari kenaikan yield Treasury, tetapi data PPI dapat mengubah sentimen dengan cepat.
Di Eropa, pasar menunggu keputusan ECB sekaligus mencari petunjuk dari Christine Lagarde mengenai arah kebijakan berikutnya. Sementara itu, EUR/USD masih berada dalam konsolidasi, sedangkan emas bertahan di atas US$4.400.
Untuk trader, kondisi seperti ini membutuhkan kesabaran. Ketika pasar sedang waiting for the catalyst, pergerakan kecil sebelum data keluar bisa saja berubah menjadi pergerakan besar setelah angka dan pernyataan resmi muncul.
Fokus utama hari ini sederhana: ECB, PPI AS, yield Treasury, dan dolar. Empat faktor tersebut berpotensi menentukan apakah pasar tetap sideways atau akhirnya memilih arah baru.
Baca juga: EUR/USD Menanti Inflasi AS dan Keputusan ECB
