Saham Nvidia mencuri perhatian setelah perusahaan mencatat kinerja kuartal II yang melampaui ekspektasi Wall Street. Nvidia membukukan laba per saham (EPS) yang disesuaikan sebesar US$2,22. Pendapatan perusahaan mencapai US$96,2 miliar.
Angka tersebut mengungguli perkiraan Wall Street. Sebelumnya, pasar memperkirakan EPS Nvidia sebesar US$2,09 dengan pendapatan US$92,3 miliar.
Respons pasar sempat beragam. Saham Nvidia awalnya turun setelah laporan keluar. Namun, harga saham kemudian berbalik dan naik lebih dari 4%.
Prospek Pendapatan Kuartal III Meningkat
Nvidia juga memberikan panduan yang lebih kuat untuk kuartal III. Perusahaan memperkirakan pendapatan berada di kisaran US$105,8 miliar hingga US$110,1 miliar.
Prospek tersebut menunjukkan permintaan terhadap infrastruktur kecerdasan buatan (AI) masih sangat kuat. Nvidia melihat peningkatan kebutuhan komputasi dari perusahaan teknologi, pengembang AI, hingga startup.
CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan AI sudah memasuki titik perubahan penting. Menurutnya, AI kini mulai menghasilkan pekerjaan yang berguna dan menciptakan nilai ekonomi.
Huang juga menilai permintaan komputasi terus meningkat. Ekosistem AI kini tidak hanya bergantung pada satu laboratorium. Banyak laboratorium AI dan startup mulai meningkatkan kapasitas secara bersamaan.
Pendapatan Data Center Jadi Penopang Utama
Saham Nvidia mendapat dukungan kuat dari bisnis Data Center. Segmen ini mencakup pelanggan hyperscaler, AI Cloud, Industrial, serta Enterprise.
Pendapatan Data Center mencapai US$89 miliar. Angka itu lebih tinggi dari proyeksi pasar sebesar US$85,8 miliar.
Chief Financial Officer Nvidia Colette Kress menyampaikan bahwa pendapatan dari hyperscaler lebih dari dua kali lipat pada kuartal II. Pendapatan dari Industrial dan Enterprise juga tumbuh 138%.
Kinerja tersebut menunjukkan perusahaan masih memiliki permintaan besar untuk GPU dan infrastruktur AI.
Bisnis Lain Nvidia Ikut Tumbuh
Nvidia tidak hanya mengandalkan Data Center. Bisnis Edge Computing juga mencatat hasil yang lebih baik dari perkiraan.
Pendapatan segmen tersebut mencapai US$7,2 miliar. Angka itu melampaui ekspektasi analis sebesar US$6,6 miliar.
Segmen ini mencakup sejumlah bisnis Nvidia, termasuk gaming dan physical AI. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa ekspansi teknologi Nvidia mulai menjangkau lebih banyak sektor.
Kekhawatiran Soal Investasi AI Masih Ada
Kinerja Nvidia datang ketika saham semikonduktor menghadapi tekanan dalam tiga bulan terakhir. Investor mulai mempertanyakan kemampuan perusahaan teknologi menghasilkan keuntungan dari investasi AI yang sangat besar.
Microsoft, Amazon, dan Google sebelumnya membantu meredakan kekhawatiran tersebut. Pertumbuhan bisnis cloud mereka menunjukkan permintaan terhadap layanan AI masih kuat.
Namun, peningkatan belanja dari Google dan Meta kembali membuat investor berhati-hati. Pasar kini ingin melihat apakah investasi besar pada AI dapat menghasilkan keuntungan yang sepadan.
Persaingan dari Chip Buatan Sendiri
Salah satu tantangan Nvidia muncul dari pelanggan hyperscaler. Amazon, Google, dan Microsoft menjadi pelanggan penting Nvidia.
Namun, ketiganya juga mengembangkan chip sendiri. Strategi tersebut dapat mengurangi ketergantungan mereka terhadap GPU Nvidia dalam jangka panjang.
Kondisi ini menjadi risiko bagi pertumbuhan Nvidia. Perusahaan harus terus menawarkan teknologi yang lebih unggul agar pelanggan tetap memilih produknya.
Meski begitu, Nvidia terus memperluas kerja sama di ekosistem AI. Perusahaan sebelumnya menggandeng BlackRock, Blackstone, KKR, Apollo, Brookfield, dan Goldman Sachs.
Kerja sama tersebut bertujuan membangun platform pembiayaan infrastruktur komputasi AI. Platform itu menargetkan mobilisasi modal pihak ketiga hingga US$500 miliar.
Prospek AI Masih Menjadi Fokus Investor
Saham Nvidia kini menghadapi dua kekuatan yang berlawanan. Di satu sisi, pendapatan Data Center dan permintaan AI terus tumbuh. Di sisi lain, biaya investasi AI dan persaingan chip internal mulai meningkat.
Hasil kuartal II memberi sinyal positif bagi Nvidia. Pendapatan melampaui ekspektasi dan panduan kuartal III menunjukkan momentum yang masih kuat.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan kemampuan Nvidia mempertahankan pertumbuhan. Persaingan dari chip buatan pelanggan dan meningkatnya biaya AI dapat menjadi tantangan berikutnya.
Baca juga: Pasar Asia Tertekan, Investor Tunggu Nvidia
Sumber: Yahoo Finance
