Warsh Sinyal Ubah Ukuran Inflasi Fed

Kevin Warsh Fed - Kepoin Trading

Ukuran inflasi Fed berpotensi berubah setelah Ketua The Fed Kevin Warsh melontarkan sinyal itu dalam konferensi pers pada Rabu. Warsh menegaskan bank sentral tetap mengejar target inflasi 2 persen, namun ia mengaku memantau data yang lebih luas daripada PCE semata.

Sinyal dari Konferensi Pers Warsh

Fokus utama konferensi pers memang tertuju pada arah suku bunga The Fed. Namun pernyataan Warsh soal kerangka inflasi turut menyita perhatian investor dan ekonom. Warsh menyampaikan bahwa The Fed akan memberikan inflasi 2 persen dan tidak lebih. Ia menambahkan bahwa pandangannya melampaui data PCE semata.

Personal consumption expenditures price index atau PCE tetap menjadi acuan utama The Fed selama ini. Data resmi pada Kamis menunjukkan PCE naik 3,7 persen pada Juni dibanding tahun sebelumnya. Warsh memastikan The Fed masih memegang PCE sebagai acuan utama. Meski begitu, ia membuka kemungkinan strategi baru setelah Januari mendatang.

Warsh membentuk sejumlah gugus tugas untuk mengkaji kerangka inflasi The Fed. Gugus tugas ini juga akan meninjau data ekonomi yang menjadi perhatian bank sentral selama ini.

Kekhawatiran Ekonom soal Ukuran Inflasi Fed Baru

Ekonom kepala JPMorgan Chase & Co. menilai pernyataan Warsh mengonfirmasi dugaan lama. Menurutnya, gugus tugas itu berpotensi menjadi kedok untuk mendefinisikan ulang tantangan inflasi. Pasar surat utang senilai USD2 triliun yang terkait inflasi AS pun merespons cepat pernyataan tersebut.

Imbal hasil breakeven tenor 30 tahun melonjak paling tajam sejak 2024. Pelaku pasar menyebut komentar Warsh soal PCE turut memicu lonjakan itu. Para strategis JPMorgan lantas merekomendasikan klien memasang taruhan pada kenaikan ekspektasi inflasi lewat swap inflasi lima tahun forward.

Peringatan dari Jeffrey Lacker

Mantan Presiden Federal Reserve Bank of Richmond Jeffrey Lacker mengingatkan Warsh agar berhati-hati memilih metrik baru. Lacker menilai kriteria pemilihan ukuran inflasi Fed masih belum jelas hingga kini. Ia menegaskan investor hanya bisa memilih dua indeks luas, yaitu PCE dan CPI.

Indeks harga konsumen atau CPI naik 3,5 persen pada Juni. Indeks ini menjadi acuan untuk Treasury Inflation Protected Securities dan penyesuaian tunjangan Jaminan Sosial.

Lacker menyebut kedua indeks itu sebenarnya tidak jauh berbeda dalam jangka panjang. Warsh sendiri menegaskan ia memperhatikan angka PCE, kontribusi CPI, dan indikator lain. Namun ia enggan merinci ukuran tambahan yang tengah ia pertimbangkan.

Lensa Inflasi yang Lebih Luas

Kepala ekonom Nationwide menyatakan penentuan ukuran inflasi baru The Fed menjadi hal terpenting saat ini. Sejumlah pengamat The Fed memperkirakan indikator pilihan Warsh nantinya akan menunjukkan laju kenaikan harga yang lebih landai.

Ekonom Citigroup Inc. memprediksi beberapa bulan mendatang akan memperlihatkan bahwa indikator inflasi pilihan Warsh tidak menunjukkan percepatan yang mengkhawatirkan.

Dampak ke Pasar Obligasi Treasury

Tim strategi Citi memperingatkan sikap Warsh dapat membuka rentang perdagangan baru untuk swap inflasi forward lima tahun. Sebelumnya, level itu cenderung tertahan di kisaran 2,5 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah pihak melihat risiko dampak yang lebih luas pada pasar Treasury senilai USD31 triliun. Term premium, yaitu imbal hasil tambahan yang investor minta untuk memegang obligasi jangka panjang, berpotensi naik lebih jauh.

Kepala strategi inflasi AS di Barclays Plc menjelaskan bahwa ketidakpastian soal komitmen The Fed melawan inflasi akan berdampak langsung. Menurutnya, kondisi ini akan mendorong term premium dan premi risiko inflasi naik bersamaan.

Baca juga: The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Juli Ini

Sumber: Yahoo Finance

Disclaimer

Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan edukasi dan menambah wawasan mengenai pasar keuangan. Seluruh informasi yang disampaikan bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, atau mempertahankan instrumen keuangan tertentu.

Setiap keputusan investasi maupun trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu. Selalu lakukan analisis secara mandiri (Do Your Own Research atau DYOR), pahami profil risiko, dan terapkan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan di pasar keuangan. Perlu diingat bahwa kinerja pada masa lalu tidak menjamin hasil yang sama pada masa mendatang.