Dollar Melemah Saat Harapan Damai Iran Menguat

Dollar melemah - Kepoin Trading

Outlook Dolar AS Hari Ini Melemah karena Harapan Damai Iran

Outlook dolar AS hari ini menunjukkan pelemahan terhadap mayoritas mata uang utama setelah muncul optimisme terkait potensi kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat. Harapan pembukaan kembali Selat Hormuz membuat pelaku pasar mulai kembali masuk ke aset berisiko dan mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai safe haven.

Meski peluang tercapainya kesepakatan penuh masih belum pasti, pasar mulai merespons positif perkembangan diplomasi di kawasan Timur Tengah. Harga minyak yang sebelumnya melonjak tajam kini turun kembali di bawah level $100 per barel, sehingga tekanan terhadap inflasi global mulai mereda.

Negosiasi Iran Jadi Sorotan Pasar Global

Iran mengirim negosiator utama dan menteri luar negeri ke Doha untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Qatar. Fokus utama pembahasan adalah upaya membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang Iran yang sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut pembicaraan dengan Iran berjalan cukup baik. Namun, ia tetap memperingatkan bahwa serangan baru dapat terjadi apabila negosiasi gagal mencapai kesepakatan.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat mengonfirmasi adanya serangan tambahan terhadap target Iran untuk melindungi pasukan AS dari ancaman militer Iran. Kondisi ini membuat sentimen pasar masih bergerak fluktuatif.

Euro dan Yen Menguat terhadap Dolar

Euro mempertahankan penguatannya dan diperdagangkan di level 1,16365 dolar AS. Sementara itu, yen Jepang berada di kisaran 158,95 per dolar AS.

Indeks dolar AS turun ke area 99,031 karena investor mulai mengurangi posisi defensif mereka. Sentimen risk-on kembali muncul setelah pasar melihat peluang meredanya konflik di Timur Tengah.

Charu Chanana, Chief Investment Strategist Saxo di Singapura, mengatakan pasar memang memiliki alasan untuk mulai optimistis. Menurutnya, pembukaan kembali Selat Hormuz dapat mengurangi risiko ekstrem terhadap harga minyak, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi global.

Namun, ia menegaskan bahwa pasar belum bisa menganggap situasi benar-benar aman sebelum jalur pengiriman energi kembali normal dan premi asuransi kapal tanker turun secara signifikan.

Dolar Australia dan Kiwi Bergerak Terbatas

Dolar Australia yang sering dianggap sebagai mata uang berbasis sentimen risiko stabil di level 0,71665 dolar AS setelah sebelumnya menguat 0,65%.

Sementara itu, dolar Selandia Baru turun tipis ke level 0,58575 dolar AS menjelang keputusan suku bunga bank sentral Selandia Baru yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.

Analis IG, Tony Sycamore, menilai sebagian besar sentimen positif terkait potensi perdamaian Iran kemungkinan sudah tercermin di pasar. Karena itu, pasar berpotensi mengalami aksi profit taking dengan pola “buy the rumour, sell the fact”.

Harga Minyak Masih Jadi Faktor Utama

Harga minyak sempat kembali naik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap target Iran. Brent crude futures naik sekitar 1,5% ke level 97,76 dolar per barel setelah sebelumnya jatuh 7%.

Meski harga minyak mulai turun dari puncaknya, analis memperkirakan harga energi sulit kembali ke level sebelum perang dalam waktu dekat. Gangguan rantai pasokan global masih membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya.

Kondisi tersebut membuat kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi tetap membayangi pasar global.

Outlook Dolar AS Hari Ini Masih Ditopang Fundamental Kuat

Meski mengalami tekanan jangka pendek, outlook dolar AS hari ini masih mendapat dukungan dari pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang relatif solid serta tekanan inflasi berbasis teknologi AI.

Strategis OCBC menilai belum ada alasan kuat untuk bersikap bearish terhadap dolar AS. Mereka melihat dukungan dari sisi terms of trade masih cukup besar selama harga energi bertahan tinggi.

Selain itu, pernyataan pejabat Federal Reserve juga masih cenderung hawkish sehingga membuka peluang suku bunga bertahan tinggi lebih lama.

Dengan kondisi tersebut, outlook dolar AS hari ini diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan negosiasi Iran, pergerakan harga minyak, dan arah kebijakan Federal Reserve.

Sumber: Reuters


Analisa Teknikal

Secara teknikal, Dollar Index (DXY) pada timeframe H4 mulai menunjukkan pelemahan setelah gagal menembus resistance di area 99.40–99.50. Munculnya struktur CHoCH (Change of Character) di area atas mengindikasikan momentum bullish mulai kehilangan tenaga.

Harga saat ini bergerak di dekat SMA dan berpotensi melanjutkan koreksi menuju support 98.50 apabila tekanan jual kembali meningkat. Area demand berikutnya berada di kisaran 97.85–97.95 yang sebelumnya menjadi titik rebound kuat.

Selama DXY masih tertahan di bawah resistance 99.50, peluang bearish jangka pendek masih lebih dominan. Namun jika harga mampu breakout dan closing kuat di atas area tersebut, DXY berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level psikologis 100.00.

Fokus pasar saat ini tetap tertuju pada perkembangan negosiasi Iran, pergerakan harga minyak, serta arah kebijakan Federal Reserve yang masih menjadi penggerak utama dolar AS.

Disclaimer:

Artikel ini hanya bersifat informasi dan edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual instrumen keuangan tertentu.

Baca analisa lainnya di sini