SCOTUS akan menjadi salah satu fokus utama pasar global pada pekan ini. SCOTUS merupakan singkatan dari Supreme Court of the United States, atau Mahkamah Agung Amerika Serikat, yang memiliki kewenangan tertinggi dalam sistem hukum AS. Keputusan lembaga ini sering berdampak langsung pada kebijakan ekonomi, pasar keuangan, dan sentimen investor global.
Di sisi lain, pasar keuangan semakin agresif memperkirakan pemangkasan suku bunga Federal Reserve sepanjang tahun ini. Kombinasi faktor hukum dan kebijakan moneter tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas pasar.
Keputusan SCOTUS Berpotensi Mengguncang Pasar
Tanggal 20 Februari menjadi tanggal penting bagi investor. SCOTUS berpotensi mengeluarkan keputusan terkait penggunaan kekuasaan darurat presiden. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan pengadilan akan memutuskan kebijakan tersebut tidak sesuai dengan kewenangan presiden.
Jika SCOTUS membatalkan tarif, pendapatan pemerintah Amerika Serikat akan berkurang. Beberapa lembaga pemeringkat sebelumnya menilai pendapatan tarif sebagai faktor positif bagi kredit pemerintah. Oleh karena itu, keputusan SCOTUS berpotensi menekan yield obligasi AS dan melemahkan dolar.
Pasar menilai langkah DPR AS untuk mencabut tarif darurat bersifat simbolis.
Analisis lengkap dari sumber utama dapat dibaca di:
👉 https://www.marctomarket.com/2026/02/week-ahead-scotus-decision-on-tariffs-8.html
Amerika Serikat: Pasar Diskon Dua Pemangkasan Suku Bunga
Pasar derivatif saat ini memperkirakan hampir 65 basis poin pemangkasan suku bunga Fed pada tahun ini. Hal tersebut mencerminkan dua kali pemangkasan yang telah sepenuhnya terdiskon, dengan peluang sekitar 60% untuk pemangkasan ketiga.
Pekan ini pasar menunggu rilis data ekonomi penting, termasuk penjualan ritel, produksi manufaktur, estimasi awal PDB kuartal keempat, serta inflasi inti PCE. Konsumsi diperkirakan melemah, meskipun pertumbuhan ekonomi tetap solid.
Indeks dolar berada dalam fase konsolidasi setelah koreksi dari reli sebelumnya. Indikator momentum menunjukkan sinyal yang beragam, sehingga pergerakan sideways masih mungkin terjadi.
Zona Euro: ECB Diperkirakan Tetap Bertahan
Pergerakan euro masih dipengaruhi faktor eksternal, terutama kebijakan Federal Reserve. Bank Sentral Eropa kemungkinan mempertahankan kebijakan moneter, dengan peluang pemangkasan suku bunga yang masih rendah pada paruh pertama tahun ini.
Data ekonomi utama meliputi produksi industri, neraca transaksi berjalan, serta PMI awal Februari. Euro masih bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari, yang menunjukkan tren jangka pendek relatif stabil.
China: Yuan Menguat Secara Bertahap
Otoritas China terus mengarahkan apresiasi yuan secara bertahap melalui penetapan fixing harian. Pasar memperkirakan bank-bank milik negara melakukan intervensi atas nama People’s Bank of China.
Dengan pasar domestik China tutup selama libur Tahun Baru Imlek, pergerakan yuan offshore kemungkinan tetap terbatas.
Jepang: Yen Menguat karena Faktor Positioning
Yen menguat tajam setelah kemenangan LDP, meskipun pasar sebelumnya memposisikan pelemahan mata uang tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa positioning investor saat ini menjadi faktor utama pergerakan nilai tukar.
Data penting pekan ini meliputi PDB kuartal keempat, neraca perdagangan, dan inflasi Januari. Inflasi diperkirakan turun di bawah 2% untuk pertama kalinya sejak 2022, yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan Bank of Japan.
Inggris: Data Makro Menjadi Penentu
Tekanan politik di Inggris mereda, sehingga faktor domestik yang bersifat idiosinkratik berkurang. Namun, pergerakan dolar AS tetap menjadi penggerak utama sterling.
Data tenaga kerja, inflasi, dan penjualan ritel akan menjadi katalis utama pergerakan pound. Data yang lebih lemah dapat meningkatkan peluang perubahan kebijakan Bank of England.
Kanada: Inflasi dan Arus Modal dalam Sorotan
Kanada mencatat penurunan minat investor asing terhadap saham dan obligasi. Data inflasi Januari akan menjadi fokus pasar.
Bank of Canada kemungkinan mempertahankan suku bunga, dengan peluang pemangkasan yang relatif rendah dalam waktu dekat.
Australia: Dolar Aussie Didukung Komoditas
Dolar Australia mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat serta korelasi kuat dengan harga komoditas. Data tenaga kerja dan upah akan menjadi katalis utama pekan ini.
Namun, reli tajam menunjukkan pasar telah mendiskon banyak sentimen positif, sehingga risiko koreksi tetap perlu diwaspadai.
Kesimpulan: SCOTUS dan Fed Jadi Katalis Utama
SCOTUS dan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve menjadi tema utama week ahead pasar global. Keputusan hukum, rilis data ekonomi, dan komentar pejabat bank sentral berpotensi memicu volatilitas signifikan di pasar obligasi, valuta asing, dan saham.
Investor dan trader harap memantau pergerakan yield obligasi AS dan indeks dolar karena keduanya menjadi indikator utama sentimen risiko global.
Disclaimer
Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi trading.
Baca juga: Suku Bunga The Fed Tetap, Ekonomi AS Makin Stabil
