Market Outlook
Week Ahead Market Outlook memasuki pekan krusial dengan banjir data ekonomi yang tertunda, laporan inflasi, serta keputusan bank sentral global. Pasar bersiap mendapatkan gambaran nyata kondisi ekonomi di akhir 2025, terutama setelah Federal Reserve memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini.
Rilis data tenaga kerja AS, inflasi, dan penjualan ritel akan menjadi penentu arah pasar menjelang penutupan tahun. Di sisi lain, keputusan kebijakan dari ECB, Bank of England, dan Bank of Japan berpotensi memicu volatilitas lintas aset.
Sorotan The Fed: Suku Bunga & Risiko Data Tenaga Kerja
Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pekan lalu meninggalkan sinyal penting bagi pasar. The Fed memangkas suku bunga, namun muncul tiga suara dissent yang menegaskan meningkatnya perbedaan pandangan internal. Ketua The Fed, Jerome Powell, bahkan mengungkap kemungkinan adanya systemic overcount pada data penciptaan lapangan kerja sejak April.
Pernyataan tersebut membuat pasar semakin fokus pada data ketenagakerjaan pekan ini. Investor ingin memastikan apakah pelemahan pasar tenaga kerja benar-benar terjadi atau hanya anomali statistik.
Data Tenaga Kerja AS Jadi Ujian Utama
Laporan payroll Oktober dan November akan dirilis bersamaan pada Selasa. Pasar memperkirakan kenaikan sekitar 40.000 pekerjaan untuk masing-masing bulan. Tingkat pengangguran November diperkirakan bertahan di 4,4%, sejalan dengan klaim pengangguran mingguan yang tetap rendah.
Data ini akan menjadi penentu apakah kekhawatiran Powell memiliki dasar kuat. Jika payroll kembali lemah, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter bisa meningkat menjelang 2026.
Inflasi AS: Masih Jauh dari Target?
Indeks Harga Konsumen (CPI) November dijadwalkan rilis Kamis. Berdasarkan proyeksi Inflation Nowcasting Cleveland Fed, inflasi bulanan diperkirakan naik 0,32%, lebih tinggi dari Oktober. Secara tahunan, inflasi masih tertahan di sekitar 3,0%.
Tekanan inflasi dari tarif barang tahan lama terus menghambat penurunan menuju target 2%. Kondisi ini membuat The Fed berada dalam dilema antara mendukung pertumbuhan dan menjaga stabilitas harga.
Konsumsi & Sentimen: Kekuatan Konsumen Dipertanyakan
Data penjualan ritel Oktober akan dirilis Rabu dan diperkirakan menunjukkan konsumen AS masih cukup tangguh. Namun, indikator lain seperti penjualan rumah eksisting dan indeks sentimen konsumen masih mencerminkan kehati-hatian rumah tangga.
Ketidakseimbangan ini menunjukkan ekonomi AS belum sepenuhnya solid meski konsumsi tetap menopang pertumbuhan.
Survei Bisnis Regional: Sinyal Awal Aktivitas Ekonomi
Survei bisnis dari New York Fed, Philly Fed, dan Kansas City Fed akan melengkapi gambaran ekonomi. Meski survei ini sering terlalu pesimistis dalam memprediksi pertumbuhan PDB, pasar tetap memanfaatkannya sebagai petunjuk awal arah indeks ISM manufaktur nasional.
Bank Sentral Global: Kebijakan yang Beragam
Week Ahead Market Outlook juga menyoroti keputusan bank sentral utama dunia. Bank of England menghadapi dilema antara inflasi yang masih lengket dan pertumbuhan ekonomi yang melemah. Peluang pemangkasan suku bunga terbuka, terutama jika data tenaga kerja dan PMI mendukung.
European Central Bank diperkirakan mempertahankan suku bunga, dengan inflasi yang sudah mendekati target 2% dan tanda-tanda pemulihan ekonomi. Fokus pasar tertuju pada data PMI kilat, inflasi, dan produksi industri sebelum keputusan diumumkan.
Sebaliknya, Bank of Japan diperkirakan kembali menaikkan suku bunga. Penguatan pertumbuhan dan tekanan harga mendorong langkah pengetatan, meski risiko geopolitik tetap membatasi ruang kebijakan jangka panjang.
Data Global & Flash PMI Jadi Penutup Pekan
Flash PMI Desember untuk AS, Eropa, Inggris, Jepang, India, dan Australia akan memberikan gambaran awal aktivitas ekonomi global. AS dan India masih memimpin, meski laju ekspansi mulai melambat. Zona euro dan Australia menunjukkan perbaikan, sementara Inggris menghadapi ketidakpastian kebijakan.
Kombinasi data tenaga kerja, inflasi, dan kebijakan bank sentral menjadikan pekan ini sangat menentukan bagi arah pasar global hingga akhir tahun.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial.
Baca juga: Week Ahead Market: Fokus FOMC dan Powell
Sumber: S&P Global, www.yardeniquicktakes.com
