FOMC Desember 2025 Diwarnai Perbedaan Pandangan

FOMC Desember 2025 dan Arah Kebijakan Suku Bunga

FOMC Desember 2025 menjadi salah satu rapat paling panas dalam beberapa tahun terakhir. The Fed memangkas lima suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, sesuai ekspektasi pasar. Namun, yang membuat rapat ini spesial adalah munculnya tiga dissent sekaligus. Dua anggota meminta agar suku bunga tetap ditahan, sementara satu anggota mendorong pemangkasan lebih agresif sebesar 50 basis poin.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi memang berada pada titik persimpangan. Inflasi menurun, tetapi belum stabil. Pertumbuhan tetap kuat, namun risiko resesi belum hilang sepenuhnya. FOMC Desember 2025 akhirnya menjadi momen penting yang memetakan arah kebijakan 2026.

Rincian Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Pada keputusan kali ini, The Fed memangkas seluruh lima policy rates:

  • Federal Funds Rate: 3,5%–3,75%
  • IORB: 3,65%
  • ON RRP: 3,50%
  • SRF Repo Rate: 3,75%
  • Discount Window: 3,75%

Pemangkasan ini menjadi yang ketiga di tahun 2025, setelah total pemotongan 100 basis poin sepanjang 2024. Meskipun pasar sudah mengantisipasi keputusan ini, dissent internal memberikan warna baru yang menandai adanya kekhawatiran beragam terkait inflasi dan dinamika ekonomi.

Goolsbee dan Schmid berpendapat pemangkasan tidak perlu dilakukan, sementara Miran merasa ekonomi butuh dorongan tambahan lewat penurunan 50 bps. Ini menunjukkan spektrum pandangan yang tajam dalam komite.

Perubahan Besar dalam Pengelolaan Neraca The Fed

Selain suku bunga, keputusan terkait neraca menjadi bagian paling penting dari FOMC Desember 2025. The Fed memutuskan:

  • Mengizinkan neraca bertumbuh kembali untuk menjaga cadangan tetap ample.
  • Memulai pembelian T-bills sebagai alat manajemen likuiditas utama.
  • Mengganti runoff MBS dengan T-bills, melanjutkan kebijakan sejak 1 Desember.

Keputusan ini mengakhiri fase QT (quantitative tightening) dan membawa The Fed kembali ke pola pre-2009, di mana neraca tumbuh mengikuti ekonomi.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa pengetatan likuiditas sudah mencapai batas yang aman, sehingga The Fed memilih memastikan cadangan bank tidak jatuh terlalu rendah.

Dot Plot 2026: Rentang Pandangan yang Sangat Lebar

Rilis SEP (Summary of Economic Projections) memperlihatkan perbedaan ekstrem antar anggota FOMC mengenai suku bunga 2026:

  • 1 anggota memproyeksikan 6 penurunan
  • 1 anggota memproyeksikan 4 penurunan
  • 2 anggota memproyeksikan 3 penurunan
  • 4 anggota memperkirakan 2 penurunan
  • 4 anggota memperkirakan 1 penurunan
  • 4 anggota melihat tidak ada perubahan
  • 3 anggota memproyeksikan kenaikan 1 kali

Median berada di 3,375%, menunjukkan satu penurunan suku bunga di 2026. Namun rentang tersebut memperlihatkan tingginya ketidakpastian dan pandangan yang sangat terpolarisasi.

Perbedaan ini muncul karena data ekonomi bergerak tidak seragam: inflasi melandai tapi belum stabil, sementara pertumbuhan ekonomi masih kuat.

Proyeksi Inflasi: Target 2% Baru Tercapai 2028

Dalam SEP terbaru, anggota FOMC memperkirakan:

  • Headline PCE 2026: turun menjadi 2,4%
  • Core PCE 2026: turun menjadi 2,5%

Namun target inflasi 2% baru diperkirakan tercapai pada 2028, sama seperti proyeksi rapat sebelumnya.

The Fed tetap berpendapat bahwa suku bunga jangka panjang berada di sekitar 3%, atau 1% lebih tinggi dari inflasi jangka panjang yang diproyeksikan.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran

FOMC menaikkan proyeksi pertumbuhan GDP 2026 menjadi:

  • 2,3%, naik dari 1,8% pada SEP September.

Sementara proyeksi tingkat pengangguran tetap:

  • 4,4%, level yang masih rendah secara historis.

Proyeksi ini menunjukkan ekonomi AS masih tangguh, sehingga kebijakan tidak perlu terlalu dovish atau agresif.

Implikasi Kebijakan Terhadap Pasar Keuangan

Keputusan rapat kali ini diperkirakan berdampak ke berbagai aset:

  • Pasar saham cenderung menguat karena pemangkasan suku bunga meningkatkan potensi likuiditas.
  • Dolar AS berpotensi melemah karena spread suku bunga menyempit.
  • Obligasi kemungkinan mendapat dorongan dari yield yang turun.
  • Likuiditas perbankan meningkat berkat pembelian T-bills dan pertumbuhan cadangan.

Namun ketidaksepakatan internal dan dot plot yang melebar dapat meningkatkan volatilitas jangka pendek. Pelaku pasar akan lebih memperhatikan data inflasi bulanan daripada proyeksi FOMC.

Kesimpulan

FOMC Desember 2025 menghadirkan kombinasi penting: pemangkasan suku bunga, perubahan arah neraca, serta perbedaan tajam dalam pandangan kebijakan. Rapat ini menjadi titik balik karena The Fed mulai meninggalkan QT dan kembali melakukan pembelian T-bills.

Perbedaan pandangan menunjukkan bahwa komite masih mencari keseimbangan antara risiko inflasi dan ketahanan ekonomi. Ke depan, data ekonomi akan menjadi kunci apakah The Fed akan tetap pada jalur pelonggaran atau menyesuaikan strategi.

Baca juga: Preview FOMC Desember: Sinyal Hawkish Cut?

Sumber: Seeking Alpha