Preview FOMC Desember: Sinyal Hawkish Cut?

Hawkish Cut

Pendahuluan

Hawkish cut menjadi fokus utama menjelang FOMC malam ini ketika The Fed diperkirakan menurunkan suku bunga sebesar 0,25% namun memberi sinyal bahwa pemangkasan berikutnya mungkin tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Pasar melihat keputusan malam ini sebagai pemangkasan “baik” terakhir sebelum Fed memasuki fase suku bunga rendah yang terkait dengan risiko resesi. Karena itu, ruang pergerakan pasar setelah konferensi pers Powell bisa lebih menentukan dibandingkan keputusan suku bunga itu sendiri.

Pasar juga mulai memperhitungkan bahwa malam ini bisa menjadi titik balik. Ketika pemangkasan dilakukan tetapi narasi menjadi hawkish, sentimen pasar yang saat ini sensitif terhadap semua komentar The Fed bisa berubah cepat. Apalagi indeks saham Amerika sudah kembali mendekati level tertinggi historis tepat menjelang FOMC.


Ekspektasi Pasar dan Peluang 86% Pemangkasan

FOMC akan memutuskan kebijakan suku bunga malam ini dengan probabilitas pemangkasan 0,25% mencapai lebih dari 80% berdasarkan Federal Funds futures. Sentimen ini menguat setelah komentar dovish dari Presiden The Fed New York John Williams pada akhir November yang menyatakan masih ada ruang pelonggaran dalam jangka pendek.

Komentar Williams sangat penting karena ia dikenal berada di posisi moderat yang dekat dengan pandangan Jerome Powell. Karena itu pasar menilai komentar tersebut sebagai konfirmasi bahwa Powell bersedia mendukung pemangkasan tambahan setelah sikap hawkish pada pertemuan Oktober.

Tetapi kondisi malam ini bisa berbeda, karena pemangkasan tidak otomatis berarti kebijakan longgar.


Setelah Malam Ini: Normalisasi yang Super Lambat

Dalam rilis Summary of Economic Projections (SEP) malam ini, Fed kemungkinan mempertahankan terminal rate sekitar 3,1%. Artinya Fed tetap berada dalam mode normalisasi bertahap menuju suku bunga netral sekitar 3%. Di sisi lain, pemangkasan berikutnya kemungkinan baru terjadi pada akhir 2026.

Pesan seperti ini bukan bullish. Itu justru memperkuat kemungkinan hawkish cut, karena Fed memotong suku bunga namun tidak memberi petunjuk waktu pemangkasan berikutnya. Pasar akan melihat hal ini sebagai sinyal bahwa The Fed menilai kondisi ekonomi saat ini masih cukup kuat meskipun data tenaga kerja mulai menunjukkan pelemahan.


Hawkish Cut di Konferensi Pers Powell

Nada Powell dalam konferensi pers akan menjadi katalis utama sentimen pasar. Investor akan menunggu apakah Powell memberikan ruang pemangkasan tambahan di paruh pertama 2026. Jika Powell menolak membahas pemangkasan lanjutan, pasar otomatis menyimpulkan bahwa pemangkasan malam ini hanya bersifat teknis sekaligus menjadi bagian terakhir dari normalisasi yang sangat lambat.

Ketika pemangkasan terakhir muncul sebelum jeda panjang, maka itulah definisi paling tepat dari hawkish cut. Powell juga perlu menjelaskan kenapa The Fed merasa cukup nyaman mempertahankan suku bunga tinggi ketika sektor tenaga kerja swasta sudah menunjukkan pelemahan struktural.


Data Tenaga Kerja Semakin Lemah

Sementara headline ekonomi masih terlihat stabil, data sektor swasta menunjukkan tren yang jauh lebih rentan. Dalam enam bulan terakhir, laporan ADP mencatat pengurangan tenaga kerja di empat bulan, terutama pada industri sensitif siklus dan usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi domestik.

Selain itu, indeks sentimen konsumen Universitas Michigan sudah turun ke titik paling rendah dalam sejarah. Angka seperti ini lebih mirip kondisi resesi dibandingkan ekspansi ekonomi.

Dengan kondisi seperti itu, jika Powell menolak mengakui pelemahan ekonomi, pasar akan membaca komentar tersebut sebagai sikap hawkish dan memperkuat potensi bearish setelah keputusan malam ini.


Risiko di Pasar Saham Setelah Pengumuman

Pergerakan indeks saham Amerika dalam enam bulan terakhir sangat ditentukan oleh perubahan narasi The Fed. Setelah Jackson Hole, saham berbasis AI meledak karena antisipasi normalisasi. Kebalikannya, pasar langsung terkoreksi setelah nada hawkish pada Oktober.

Kenaikan terbaru S&P500 terjadi setelah Williams memberi sinyal pemangkasan malam ini. Dengan kata lain, pasar sangat berorientasi pada The Fed, bukan fundamental perusahaan.

Jika malam ini Fed menyampaikan pesan pemangkasan lalu jeda panjang, saham teknologi berisiko mengalami profit taking yang besar karena narasi pertumbuhan akan berhenti menjadi katalis.


Dua Skenario Bearish

Pasca-FOMC malam ini, ada dua skenario bearish utama:

1. Jeda Panjang

Pemangkasan berikutnya mungkin baru datang di akhir 2026, sehingga pasar tidak menerima sinyal pelonggaran tambahan. Ini dapat memicu bearish terutama di saham growth yang sensitif terhadap suku bunga.

2. Pemangkasan Darurat

Jika data tenaga kerja melemah lebih dalam dan resesi terkonfirmasi, Fed terpaksa melakukan pemangkasan agresif di semester dua 2026. Ini merupakan “bad cuts” yang biasa terjadi ketika pasar sudah memasuki fase bear market.


Dinamika Fed 2026 dan Potensi Ketidakpastian

Di luar keputusan malam ini, pasar harus mempertimbangkan tahun 2026 ketika akan ada Ketua Fed baru yang lebih dovish di bawah administrasi Trump. Namun FOMC sedang berada dalam perpecahan antara kubu hawkish dan kubu dovish sehingga arah kebijakan dapat menjadi lebih tidak konsisten.

Semua itu membuat keputusan malam ini menjadi semakin penting karena pasar ingin memahami sejauh mana Powell dapat mempertahankan posisi moderatnya di tengah tekanan politik dan ekonomi menjelang 2026.


Kesimpulan

Malam ini keputusan The Fed kemungkinan menetapkan pemangkasan 25 basis poin, namun arah pasar akan bergantung pada narasi Powell setelahnya. Bila Fed menegaskan bahwa pemangkasan ini adalah bagian dari normalisasi terakhir sebelum jeda panjang, maka keputusan malam ini langsung dianggap sebagai hawkish cut, bukan pelonggaran yang bermakna.

Jika Fed terlambat merespons pelemahan ekonomi, pemangkasan berikutnya mungkin berstatus pemangkasan darurat yang biasa terjadi saat resesi. Itu membuka risiko jangka menengah untuk pasar saham terutama pada sektor teknologi dan AI yang saat ini sudah berada pada valuasi ekstrem.

Baca juga: Week Ahead Market: Fokus FOMC dan Powell

Sumber: Seeking Alpha