Week Ahead Market Jadi Sorotan Investor
Week Ahead Market bergerak memasuki pekan penting yang ditandai keputusan Federal Reserve, komentar Jerome Powell, serta laporan ekonomi dan earnings besar. Sentimen pasar masih optimistis menjelang akhir tahun, tetapi investor merasa ragu mengenai arah kebijakan moneter tahun depan.
Wall Street menutup pekan lalu di dekat all-time high, dengan S&P 500 sedikit di bawah area 6.900. Namun pasar obligasi justru terlihat gelisah menghadapi rapat FOMC terakhir tahun ini.
FOMC: Potensi Rate Cut dan Konferensi Powell
Fed masuk ruang rapat pada Selasa dan keputusan diumumkan Rabu malam disertai konferensi pers Powell. Pelaku pasar memperkirakan pemotongan suku bunga 25 basis poin menjadi target 3,50% – 3,75%.
Inflasi PCE yang turun pada Jumat lalu memperkuat ekspektasi tersebut. Namun seperti film dengan ending ketebak, investor tetap fokus pada detail komentar Powell, termasuk sesi tanya jawab yang biasanya membuka warna sebenarnya dari pandangan Fed.
Selain keputusan suku bunga, pasar juga mendapat rilis dot plot terakhir tahun ini, peta proyeksi kebijakan para pembuat keputusan.
Powell Bisa Menggerakkan Pasar
Pasar ingin mendapatkan kombinasi ideal: pemotongan suku bunga, ekonomi kuat, dan inflasi terus melambat. Namun pemotongan yang terlalu dovish dapat memicu kenaikan imbal hasil obligasi, sehingga pasar saham bisa tertekan.
Spekulasi mengenai pergantian Powell juga meningkat, setelah Presiden Trump memberi sinyal akan mengumumkan kandidat ketua Fed baru. Nama Kevin Hassett disebut sebagai favorit, tapi pasar obligasi menunjukkan rasa khawatir.
Potensi Santa Rally Belum Aman
Pasar saham menguat pada penutupan minggu lalu dan harapan menuju Santa Claus Rally semakin besar. Namun analis memperingatkan kemungkinan gangguan.
Michael Hartnett dari Bank of America menyebut pasar ingin “punya semuanya”, tetapi realitas kebijakan moneter dapat membuat optimisme tersebut goyah. Itu sebabnya Week Ahead Market mendapatkan perhatian ekstra besar dari investor.
Obligasi Sedang Gelisah
Yield 10 tahun naik lebih dari 10 basis poin pada Jumat. Meskipun data inflasi membuat pemotongan suku bunga pada Desember terlihat pasti, pasar justru mulai mempertanyakan arah kebijakan tahun 2026.
Investor obligasi merasa hawkish, bahkan jika Hassett menggantikan Powell. Artinya, ketidakpastian tetap besar.
Bitcoin Masuk Spotlight
Bitcoin kembali menjadi pembahasan pada Week Ahead Market, terutama karena performanya berbeda dari S&P 500 sepanjang tahun ini. Selama indeks utama naik lebih dari 16%, Bitcoin justru berada di area negatif.
Meskipun banyak yang menyebut Bitcoin sebagai “digital gold”, hubungan historisnya justru dekat dengan sentimen risk-on. Tahun ini menjadi pengecualian menarik, sehingga banyak trader melihatnya sebagai indikator sentimen pasar selama FOMC.
Earnings dan Data Makro: Ramai Banget
Selain FOMC, pekan ini juga dipenuhi earnings besar: Oracle, Adobe, Broadcom, dan Costco berada di radar utama. Dari sisi ekonomi, JOLTS menjadi data pembuka minggu dan membantu mengukur kondisi pasar tenaga kerja di AS.
Kalender Ekonomi Pekan Ini
| Hari | Data Ekonomi |
| Senin | NY Fed Inflation Expectations |
| Selasa | JOLTS lengkap, NFIB Small Business Optimism |
| Rabu | FOMC Decision, Mortgage Apps, Employment Cost Index |
| Kamis | Jobless Claims, Wholesale Trade Sales |
| Jumat | Tidak ada data penting |
Kalender Earnings Pekan Ini
| Hari | Earnings Penting |
| Senin | Toll Brothers, The Children’s Place |
| Selasa | AutoZone, GameStop, Campbell Soup |
| Rabu | Oracle, Adobe, Chewy |
| Kamis | Broadcom, Costco, Lululemon |
| Jumat | Rent The Runway |
Kesimpulan
Pekan ini bergerak di bawah bayang-bayang FOMC dan komentar Powell. Pasar ingin panduan yang jelas mengenai ekonomi 2026, tetapi data ekonomi setelah shutdown masih belum solid. Investor harus mewaspadai reaksi pasar obligasi, karena setiap perubahan yield dapat menggerakkan indeks saham dengan cepat.
Week Ahead Market terlihat lebih penting daripada pekan-pekan sebelumnya karena menjadi pintu terakhir menuju penutupan tahun, Santa Rally, dan ekspektasi suku bunga tahun depan.
Baca juga: Cyber Week AS dan Risiko Penurunan Belanja: Apa yang Terjadi?
SUmber: Yahoo Finance
