Sell in May, Go Away? Strategi Musiman atau Mitos di 2025?

Setiap tahun, frasa “Sell in May and go away” kembali menghantui para investor. Ungkapan musiman ini menyarankan untuk menjual saham saat musim panas dimulai dan kembali masuk ke pasar setelah September. Namun, tahun ini banyak analis Wall Street justru meragukan relevansinya — bahkan cenderung mengabaikannya.

Menurut Larry Tentarelli, kepala analis teknikal di Blue Chip Daily Trend Report, kondisi pasar 2025 sudah jauh berbeda. “Jika melihat data sepuluh tahun terakhir, strategi ‘sell in May’ sebenarnya tidak terlalu efektif,” ungkapnya kepada Yahoo Finance.

Asal-usul Ungkapan ‘Sell in May’

Ungkapan ini berasal dari kebiasaan para trader di London yang keluar dari pasar sebelum musim panas dan kembali setelah balapan Saint Leger di bulan September. Dulu, strategi ini cukup efektif, khususnya antara 1960 hingga 1987. Tapi setelah crash pasar tahun 1987, pendekatan untuk tetap fully invested justru mulai lebih banyak menghasilkan keuntungan.

Masih Relevan?

Data dari LPL Financial mencatat bahwa sejak 1950, indeks S&P 500 rata-rata hanya menghasilkan return 1,8% dari Mei hingga Oktober — lebih lemah dibanding periode November hingga April. Namun, return positif tetap terjadi 65% dari waktu tersebut.

Menurut Adam Turnquist, kepala analis teknikal di LPL, data musiman seperti ini hanya memberikan gambaran umum. “Seasonality bisa memberi wawasan, tapi tidak mencerminkan cuaca pasar saat ini,” jelasnya. Faktor seperti kebijakan suku bunga dan ketegangan geopolitik jauh lebih dominan tahun ini.

Volatilitas Tinggi, Strategi Harus Adaptif

Pasar sedang berada dalam fase yang sangat sensitif terhadap berita. Mulai dari kebijakan moneter, suku bunga, hingga negosiasi perdagangan internasional, semuanya bisa menggerakkan harga dalam sekejap. Tentarelli bahkan menyarankan untuk “buy the pullback” alih-alih menjual saat harga tinggi.

Kepala investasi di Siebert Financial, Mark Malloch, ikut menambahkan, “Sekadar punya signifikansi statistik bukan berarti strategi itu akan berhasil di setiap situasi.” Sedangkan Andrew Briggs dari Plaza Advisory Group menyatakan bahwa pemulihan pasar di bulan April justru menjadi alasan untuk tetap waspada, bukan langsung keluar dari pasar.


Rekomendasi Produk Trading di Amazon

Daripada “go away”, kenapa tidak gunakan musim ini untuk tingkatkan skill dan perlengkapan trading kamu? Berikut beberapa pilihan produk berkualitas yang direkomendasikan — semua tersedia di Amazon dan sudah digunakan banyak trader profesional.

Buku Trading Wajib Baca:

  1. Technical Analysis of the Financial Markets – John J. Murphy
    Buku klasik analisis teknikal, cocok untuk semua level trader. Dijuluki “kitab suci” oleh para analis profesional.
  2. The New Trading for a Living – Dr. Alexander Elder
    Menggabungkan psikologi trading, manajemen risiko, dan strategi teknikal dalam satu paket lengkap.

Alat Penunjang Trading Harian:

  1. Dual Monitor Setup untuk Trader
    Lebih banyak chart, lebih cepat ambil keputusan. Setup monitor ganda bikin analisa jadi lebih efisien.
  2. Mechanical Keyboard Ergonomis
    Respons cepat dan nyaman digunakan, sangat cocok untuk trading harian yang intens.
  3. Standing Desk Adjustable
    Trading dengan nyaman dan tetap aktif secara fisik. Meja berdiri ini sangat populer di kalangan trader profesional.

Semua link di atas adalah affiliate links. Jika kamu membeli lewat link tersebut, kamu mendukung website ini tanpa biaya tambahan. Terima kasih!


Kesimpulan

Meskipun frasa “Sell in May and go away” masih sering terdengar, tahun ini banyak analis justru melihat peluang untuk tetap bertahan — bahkan mencari peluang saat pasar terkoreksi. Daripada mengambil langkah keluar dari pasar hanya karena musim, lebih baik perkuat strategi dan optimalkan alat trading kamu.

Sumber: Yahoo Finance

Baca juga: Mark Carney: Pemimpin Baru Kanada yang Siap Hadapi Trump dan Perang Dagang

Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan edukasi dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset pribadi sebelum membuat keputusan finansial.