Trump Umumkan Tarif Tinggi, Pasar Anjlok

Presiden Donald Trump kembali mengejutkan pasar pada hari Rabu dengan mengumumkan tarif timbal balik yang tajam terhadap sejumlah mitra dagang. Selain itu, ia menetapkan tarif dasar sebesar 10%, yang langsung menyebabkan pasar saham merosot tajam.

Pemerintah mengumumkan tarif yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Sebagai contoh, pemerintah akan mengenakan tarif sebesar 34% pada impor dari Tiongkok, sementara mereka menetapkan tarif 20% untuk barang dari Uni Eropa. Donald Trump menjelaskan bahwa perhitungan tarif tersebut sebenarnya hanya setengah dari angka yang bisa ia terapkan jika pemerintahannya memilih untuk mencocokkan perkiraan Gedung Putih tentang cara negara lain mengenakan tarif terhadap Amerika Serikat.

Setelah pengumuman ini, pasar saham AS mengalami aksi jual besar-besaran. Kontrak berjangka Nasdaq 100 mengalami penurunan lebih dari 4,5%, sementara S&P 500 turun 3,5% dan Dow Jones melemah sekitar 2,2%.

Saham Teknologi Anjlok

Saham teknologi besar mengalami tekanan jual yang signifikan dalam perdagangan setelah jam kerja. Apple turun lebih dari 6%, sementara Nvidia, Meta, Amazon, dan Tesla masing-masing turun lebih dari 4%.

Sebelumnya, para analis memperkirakan tarif efektif berada di kisaran 15%–20%. Namun, dengan pengumuman terbaru ini, tarif keseluruhan pada semua impor AS kemungkinan akan naik ke kisaran 25%–30%. Beberapa proyeksi bahkan menunjukkan tarif bisa mencapai 29%, yang menjadikannya level tertinggi dalam lebih dari satu abad.

Meskipun kondisi ini belum tentu langsung memicu resesi, kebijakan tarif tersebut jelas meningkatkan risiko terjadinya resesi.

Dampak Besar bagi Ekonomi

Kebijakan ini disebut sebagai kejutan besar bagi ekonomi. Pasar saham sempat turun tajam, meskipun masih mengejutkan bahwa kejatuhannya tidak lebih dalam lagi. Mungkin investor berharap situasi akan mereda nanti, tetapi ketidakpastian tetap tinggi.

Saat investor mencerna kebijakan tarif terbaru ini, pertanyaan utama yang muncul adalah berapa lama Trump akan menerapkan tarif ini dan apakah negara lain akan merespons dengan tindakan balasan atau memilih jalur negosiasi.

Karena kemungkinan aksi balasan yang bisa terjadi antara AS dan beberapa mitra dagangnya, banyak pihak di Wall Street tidak percaya bahwa pengumuman ini akan langsung menyelesaikan ketidakpastian pasar.

Ada juga pandangan bahwa pola berita negatif, tenggat waktu yang berubah-ubah, dan implementasi yang tidak pasti akan terus berlanjut. Selain itu, pengumuman Trump juga mencakup kemungkinan pembatalan tarif berdasarkan hasil negosiasi bilateral.

Kesimpulannya, tarif ini kemungkinan akan tetap menjadi hambatan bagi pasar dalam waktu dekat.

Baca berita lainnya di sini