Rencana pengumuman tarif “Liberation Day” oleh Donald Trump memunculkan kekhawatiran akan perubahan besar dalam perdagangan global. Meskipun fokus utama perhatian publik tertuju pada dampak politik dan gangguan perdagangan, ada implikasi lebih luas yang perlu diperhatikan, terutama bagi aset digital seperti cryptocurrency.
Menurut Heidi Crebo-Rediker, seorang peneliti senior di Council on Foreign Relations, kebijakan Trump ini dapat dianggap sebagai langkah untuk “mengoyak” perjanjian perdagangan bebas yang telah lama terjalin dengan sekutu-sekutu terdekat Amerika. Kebijakan ini mencakup 15 mitra dagang utama yang dikenal sebagai “Dirty 15,” yang menyumbang 80% dari total perdagangan Amerika Serikat.
Pergeseran Paradigma Perdagangan
Trump berencana untuk menggantikan sistem perdagangan multilateral dengan pendekatan yang lebih unilateral, melalui tarif sepihak dan hambatan perdagangan non-tarif. Ini merupakan perubahan drastis dari sistem perdagangan global yang berbasis kerja sama, yang telah menjadi fondasi perdagangan internasional selama beberapa dekade terakhir.
Apa Dampaknya bagi Crypto?
Cryptocurrency adalah teknologi lintas batas. Infrastruktur, pengguna, arus modal, dan regulasinya sangat bergantung pada keselarasan global dan pasar yang relatif terbuka. Namun, pergeseran menuju fragmentasi ekonomi dapat mengancam perkembangan ini.
Crebo-Rediker mengungkapkan bahwa negara-negara seperti Kanada mulai bersiap untuk mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat, dengan mencari alternatif perdagangan dan investasi. Di era baru ini, pasar bisa menjadi lebih tertutup, regulasi lebih tidak konsisten, dan kontrol modal lebih sering diterapkan. Semua kondisi ini tidak mendukung adopsi crypto secara luas.
Selain itu, ia memperingatkan bahwa mundurnya Amerika dari kerangka kerja multilateral dapat merusak fondasi yang menopang keuangan global dan kerja sama regulasi. Jika negara-negara Barat semakin berfokus ke dalam negeri sementara sekutunya mendekati China, yang semakin memosisikan diri sebagai penjaga sistem global, pengaruh Barat atas standar aset digital bisa melemah.
Masa Depan yang Tidak Pasti
Meskipun beberapa pendukung crypto menyambut baik keterbukaan Trump terhadap stablecoin dan keuangan digital, mereka tetap perlu waspada. Dunia yang terfragmentasi, di mana setiap negara bergerak sendiri-sendiri dalam perdagangan dan teknologi, adalah dunia yang sulit bagi crypto untuk berkembang.
Bayangan Bitcoin mencapai kapitalisasi pasar $200 triliun mungkin semakin jauh dari kenyataan. Bahkan, menjaga nilai pasar sebesar $1 triliun saja mungkin menjadi tantangan besar jika koordinasi global runtuh.
Jika fragmentasi ekonomi benar-benar terjadi, gelombang adopsi crypto berikutnya mungkin akan terhenti. Namun, jika dunia tetap terhubung, masih ada harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi aset digital. Kita hanya bisa menunggu dan melihat bagaimana semuanya akan berjalan.
Sumber: Crypto.news
Baca Juga: Remittix vs. Pepe: Siapa yang Akan Mendominasi Pasar Kripto di 2025?

