Goldman Sachs Berinvestasi Besar di Bitcoin dan Ethereum

Setelah bertahun-tahun meragukan aset kripto, Goldman Sachs kini berbalik arah. Bank investasi raksasa asal Amerika Serikat ini mulai memborong exchange-traded funds (ETF) berbasis Bitcoin dan Ethereum dalam jumlah besar. Langkah ini menjadi bukti bahwa Goldman Sachs mengakui nilai aset digital bukan hanya dalam kata-kata, tetapi juga dalam tindakan nyata.

Dalam beberapa bulan terakhir, Goldman Sachs meningkatkan eksposurnya terhadap ETF Ethereum hingga 2.000% dan menambah kepemilikan Bitcoin ETF sebesar 114%. Dengan total aset kelolaan hampir $3 triliun, keputusan investasi ini menjadi sinyal kuat bahwa institusi besar semakin tertarik pada kripto.

Beralihnya Goldman Sachs ke aset digital ini mengingatkan komunitas kripto pada sebuah kutipan terkenal: “Pertama mereka mengabaikanmu, lalu mereka menertawakanmu, kemudian mereka melawanmu, dan akhirnya kamu menang.”

Institusi Besar Semakin Masuk ke Pasar Kripto

Berdasarkan dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Goldman Sachs membeli hampir $1,28 miliar saham iShares Bitcoin Trust (IBIT) pada kuartal keempat 2024, serta $288 juta di Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund. Selain itu, bank ini juga memiliki $3,6 juta dalam bentuk saham Grayscale Bitcoin Trust (GBTC).

Tidak hanya Bitcoin, Goldman Sachs juga memperbesar kepemilikannya di ETF Ethereum dari $22 juta menjadi $476 juta melalui iShares Ethereum Trust milik BlackRock dan Fidelity Ethereum Fund. Langkah ini menunjukkan bahwa minat terhadap Ethereum juga meningkat di kalangan institusi keuangan besar.

Goldman Sachs pertama kali masuk ke pasar ETF kripto pada kuartal kedua 2024, dengan pembelian Bitcoin ETF senilai $418 juta. Keputusan untuk meningkatkan eksposur lebih jauh pada kuartal keempat kemungkinan besar dipicu oleh terpilihnya Presiden Donald Trump, yang secara terbuka mendukung industri blockchain dan kripto di AS.

Metaplanet dan Kenaikan Saham 4.800% Berkat Bitcoin

Tidak hanya Goldman Sachs, perusahaan Jepang juga mulai mengalokasikan dana ke Bitcoin. Salah satu contohnya adalah Metaplanet, sebuah perusahaan yang melihat harga sahamnya melonjak hingga 4.800% dalam setahun terakhir setelah memasukkan Bitcoin ke dalam neraca keuangannya.

Menurut Bloomberg, Metaplanet pertama kali membeli Bitcoin pada April 2024, dan per 28 Januari 2025, perusahaan ini telah mengakuisisi 1.762 BTC senilai sekitar $171 juta. Metaplanet memiliki rencana ambisius untuk mengumpulkan hingga 116 miliar yen ($745 juta) demi menambah kepemilikan Bitcoin hingga 21.000 BTC pada 2026. Jika terealisasi, perusahaan ini bisa menjadi pemegang Bitcoin terbesar kedua setelah MicroStrategy milik Michael Saylor.

Perusahaan Jepang Lainnya Mulai Masuk ke Bitcoin

Metaplanet bukan satu-satunya perusahaan Jepang yang mulai mengakumulasi Bitcoin. Minggu ini, studio game asal Tokyo, Gumi, mengumumkan alokasi dana sebesar 1 miliar yen ($6,6 juta) untuk membeli Bitcoin.

Gumi berencana untuk menggunakan Bitcoin tersebut dalam ekosistem Babylon, sebuah protokol staking aset digital. Selain itu, investasi ini juga mendukung ambisi Gumi dalam mengembangkan bisnis blockchain dan Web3. Saat ini, perusahaan tersebut juga menjalankan dana ventura di Silicon Valley yang fokus pada investasi di proyek blockchain tahap awal.

Stablecoin USDC Pulih dari Bear Market

Selain Bitcoin dan Ethereum, adopsi stablecoin juga mengalami lonjakan signifikan di tengah pasar kripto yang mulai pulih. USD Coin (USDC), stablecoin yang diterbitkan oleh Circle, telah kembali dari titik terendahnya pada 2023.

Per 12 Februari 2025, kapitalisasi pasar USDC telah meningkat menjadi $56,1 miliar, lebih dari dua kali lipat dari titik terendahnya di $24,1 miliar pada November 2023. Dalam sebulan terakhir, jumlah USDC yang beredar juga bertambah 23%.

Lonjakan ini sejalan dengan ekspansi Circle yang mulai memperluas penggunaan USDC ke blockchain lain, seperti Sui dan Aptos, selain yang sudah berjalan di Solana.

Kesimpulan: Institusi Semakin Mengakui Kripto

Meskipun harga kripto mengalami penurunan pada Februari 2025, tren adopsi oleh institusi besar justru semakin meningkat. Goldman Sachs, perusahaan Jepang seperti Metaplanet dan Gumi, serta peningkatan penggunaan stablecoin menunjukkan bahwa aset digital kini menjadi bagian dari strategi keuangan perusahaan besar di seluruh dunia.

Dulu banyak pihak yang meragukan masa depan kripto. Namun, sekarang, semakin banyak institusi yang melihatnya sebagai aset berharga untuk diversifikasi portofolio dan strategi keuangan jangka panjang.

Sumber: https://cointelegraph.com/

Masih Penasaran? Lihat Analisa Lainnya Sekarang!