Startup asal China, DeepSeek, baru saja meluncurkan model AI terbarunya yang dirancang untuk bersaing dengan Large Language Models (LLM) terkemuka di Amerika Serikat. Dengan biaya yang jauh lebih rendah, inovasi ini tidak hanya mengganggu pasar Bitcoin dan kripto, tetapi juga memengaruhi ekonomi berbasis agen AI secara keseluruhan. Peluncuran aplikasi DeepSeek di App Store pada akhir pekan langsung menarik perhatian pengguna, yang berbondong-bondong mengunduh aplikasi tersebut. Popularitas aplikasi ini memicu koreksi di pasar Bitcoin dan token agen AI, dengan dampaknya terlihat pada awal pekan ini.
Koreksi Pasar Kripto dan AI Setelah Peluncuran DeepSeek
Peluncuran model AI DeepSeek menyebabkan penurunan nilai sebesar $2,5 miliar pada token agen AI. Pasar kripto, yang saat ini memiliki kapitalisasi lebih dari $3,649 triliun, juga terpengaruh, dengan kapitalisasi pasar token AI mengalami penurunan hingga 12% hanya dalam 24 jam. Sementara Bitcoin berhasil mempertahankan posisinya di atas $102.000 pada Selasa, banyak altcoin dan token lainnya masih berjuang untuk pulih.
Model DeepSeek-V3, yang menawarkan biaya hanya 14 sen per juta token dibandingkan GPT-4 yang mencapai $15, memberikan tekanan besar pada teknologi dan ekonomi berbasis AI di Amerika Serikat. Para investor khawatir bahwa pembaruan teknologi ini dapat mengancam inisiatif besar seperti Proyek Stargate senilai $500 miliar.
Salah satu proyek yang mencuri perhatian adalah Venice Token (VVV), yang baru saja meluncurkan distribusi token berbasis AI dan meraih valuasi $1 miliar hanya dalam dua jam setelah airdrop-nya. Token VVV saat ini diperdagangkan di $13,23 dengan kapitalisasi pasar $304,16 juta.
Respons Pasar Derivatif dan Tren Perdagangan Bitcoin
Data derivatif menunjukkan respons pasar yang cepat terhadap dominasi teknologi AI China. Penurunan besar dalam open interest (OI) Bitcoin di CME, yang mencapai 17.225 BTC, menunjukkan bahwa banyak pedagang mengurangi eksposur mereka terhadap pasar. Analis dari K33 Research mencatat bahwa kontrak derivatif yang akan berakhir pada Januari dapat mendorong penurunan OI lebih jauh.
Walaupun premi Bitcoin sempat kembali ke wilayah positif, aktivitas di CME menunjukkan adanya sentimen bearish di kalangan pedagang derivatif. Data on-chain dari Santiment juga mengungkapkan bahwa para pedagang segera mengambil keuntungan lebih dari $1 miliar dari kepemilikan Bitcoin mereka pada awal pekan ini.
Korelasi Bitcoin dengan Ekuitas AS
Selama kuartal pertama tahun 2025, Bitcoin terus menunjukkan korelasi kuat dengan ekuitas AS, khususnya S&P 500 dan NASDAQ. Dengan koefisien korelasi mencapai 0,7, Bitcoin masih dipandang sebagai aset berisiko yang bergerak seirama dengan pasar tradisional. Para pedagang kini mengantisipasi pengumuman kebijakan suku bunga dari Federal Reserve, yang dapat memengaruhi harga Bitcoin dalam jangka pendek.
Token Altcoin yang Patut Diperhatikan di Tengah Pergeseran Teknologi AI
Dengan kehadiran DeepSeek, sektor token berbasis DeFAI dan agen AI mengalami koreksi tajam. Kapitalisasi pasar sektor DeFAI turun 28,73% dalam waktu 24 jam, sementara token seperti Griffain (GRIFFAIN), Orbit (GRIFT), dan Hive AI (BUZZ) mencatatkan penurunan dua digit. Di sisi lain, token Layer 1 seperti Jupiter dan Onyxcoin berhasil melawan tren, menjadikannya pilihan menarik bagi portofolio investasi yang ingin bertahan di tengah ketidakpastian.
Pandangan Ahli tentang Tren Pasar AI dan Portofolio Kripto
Jawad Ashraf, CEO Vanar, menyebut bahwa sejarah kripto yang relatif pendek dan pergeseran rezim pasar yang sering terjadi membuat data pelatihan untuk model AI dalam manajemen portofolio menjadi terbatas. Ashraf juga menyoroti bahwa rivalitas antara Huawei dan NVIDIA dalam pengembangan perangkat keras AI menciptakan “perlombaan senjata” yang mempercepat inovasi, sekaligus memperburuk ketegangan geopolitik.
Sementara itu, Alvin Kan, COO Bitget Wallet, memproyeksikan bahwa sektor agen AI dapat berkembang hingga mencapai kapitalisasi pasar $20-$25 miliar pada paruh pertama tahun 2025. Namun, ia memperingatkan bahwa jika pertumbuhan hanya bersifat spekulatif, pasar ini dapat mengalami koreksi signifikan.
Kesimpulan
Peluncuran DeepSeek menjadi pengingat akan cepatnya perubahan teknologi dan dampaknya terhadap pasar kripto dan ekonomi global. Bagi investor, penting untuk membedakan antara hype jangka pendek dan utilitas sebenarnya dari proyek berbasis AI dan blockchain. Kombinasi antara inovasi teknologi, kebijakan pemerintah, dan geopolitik akan terus membentuk lanskap pasar dalam beberapa bulan mendatang.
Sumber Crypto.News

