Harga emas terjebak dalam kisaran sempit pada hari Selasa ketika fokus investor beralih ke data inflasi AS yang akan dirilis nanti pekan ini, yang bisa memberikan lebih banyak gambaran tentang timing pemotongan suku bunga pertama Federal Reserve tahun ini.
Emas spot stagnan di $2.170,59 per ons, pada pukul 03:10 GMT. Kontrak emas AS turun 0,2% menjadi $2.171,20 per ons.
Kyle Rodda, seorang analis pasar keuangan di Capital.com, menyatakan bahwa pasar saat ini sedang mengalami konsolidasi setelah pergerakan agresif. Namun, langkah selanjutnya kemungkinan akan tergantung pada rilis Indeks PCE pekan ini. Bukti adanya lebih lanjut disinfalsi di AS bisa menjadi bullish bagi emas, karena akan meredakan ketakutan akan percepatan harga atau setidaknya harga yang lebih tinggi.
Harga emas mencapai rekor tertinggi minggu lalu setelah para pembuat kebijakan Fed mengindikasikan mereka masih mengharapkan untuk mengurangi suku bunga sebesar tiga perempat persen pada akhir 2024 meskipun membaca inflasi tinggi baru-baru ini.
Presiden Bank Fed Chicago, Austan Goolsbee, mengatakan pada hari Senin bahwa dalam pertemuan kebijakan Fed minggu lalu dia memasukkan tiga pemotongan suku bunga untuk tahun ini. Sementara itu, Gubernur Fed Lisa Cook memperingatkan bank sentral AS perlu melangkah hati-hati saat memutuskan kapan akan mulai memotong suku bunga.
Investor sekarang menantikan data indeks harga konsumsi pribadi inti AS yang dijadwalkan pada hari Jumat. Indeks harga PCE diperkirakan naik 0,3% pada bulan Februari, yang akan menjaga laju tahunan pada 2,8%.
Para trader saat ini memasukkan probabilitas 70% bahwa Fed akan mulai memotong suku bunga pada bulan Juni, menurut Alat FedWatch Grup CME. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya kesempatan untuk memegang logam mulia.
Indeks dolar, sementara itu, turun 0,3% terhadap pesaingnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Sumber: Reuters