Berikut adalah intisari dari pergerakan mata uang pada penutupan hari Senin:
- USD vs. Euro: Dolar AS sedikit menguat terhadap euro setelah mencapai level terendah dalam 8 minggu. Fluktuasi ini disebabkan oleh harapan bahwa Federal Reserve mungkin akan menghentikan kenaikan suku bunga. Perhatian tertuju pada pidato Ketua Fed Jerome Powell untuk menentukan apakah nada dovish dari pertemuan terakhir akan berlanjut.
- Kebijakan Suku Bunga Fed: Kesepakatan dari pertemuan Fed pekan lalu adalah mempertahankan suku bunga, namun mungkin ada perbedaan di antara pejabat terkait kenaikan suku bunga di masa depan. Pertumbuhan lapangan kerja yang lebih lemah dari yang diharapkan pada Oktober memperkuat keyakinan bahwa ekonomi AS mungkin melambat, yang berpotensi membuat Fed tidak menaikkan suku bunga. Data inflasi harga konsumen bulan Oktober akan sangat penting dalam menentukan langkah selanjutnya dari Fed.
- Indeks Dolar: Indeks dolar berfluktuasi selama periode tersebut, mencapai level terendah yang tidak pernah terlihat sejak 20 September namun kemudian sedikit pulih. Ini mengalami penurunan mingguan terbesar sejak Juli.
- Kinerja Euro: Euro cenderung volatil, mengalami sedikit penurunan setelah mencapai level tertinggi sejak 13 September. Kelemahan ekonomi di zona euro mungkin membatasi kenaikan euro terhadap dolar.
- Aktivitas Ekonomi Zona Euro: Aktivitas bisnis di zona euro menurun, terutama di sektor jasa. Hal ini bisa menunjukkan kemungkinan resesi dalam uni mata uang 20 negara tersebut.
- Yen Jepang: Yen mengalami sedikit kenaikan terhadap dolar. Potensi intervensi atau pengaruh otoritas Jepang pada mata uangnya kemungkinan besar akan memerlukan yen mencapai sekitar 155 per dolar.
- Dolar Australia: Dolar Australia mengalami penurunan setelah mencapai level tertinggi dalam tiga bulan. Bank Sentral Australia diharapkan akan menaikkan suku bunga kebijakannya, yang berpotensi mempengaruhi kinerja mata uangnya.
Secara keseluruhan, pergerakan mata uang ini dipengaruhi oleh harapan terkait kebijakan bank sentral, data ekonomi, dan tren pasar global. Pasar sepertinya merespons tanda-tanda perlambatan ekonomi dan keputusan kebijakan moneter di masa depan.
Sumber: Reuters